Rapat Koordinasi Percepatan Pencapaian Vaksinasi Covid-19

Evaluasi pencapaian vaksinasi covid 19 sesuai dengan target yang diharapkan. Saat ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap l mencapai 68,09 persen dan tahap ke ll mencapai 55,3 persen. Capaian pelaksanaan vaksinasi tersebut terungkap dalam rapat koordinasi yang dibuka Edy Radiansyah SH, MH Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Selaku Plh. Sekda Kabupaten Ketapang, Jumat (7 Januari 2022) pagi di ruang rapat Sekda Ketapang.


Selanjutnya jalannya rapat dipimpin oleh Drs Heronimus Tanam, ME, Asisten Administrasi Umum Setda Ketapang. Ia menjelaskan pentingnya Satgas Covid-19 Kabupaten Ketapang mendukung para petugas baik yang berada di Puskesmas – Puskesmas atau tenaga kesehatan di lapangan. Demikian juga melibatkan para camat, kepala desa, berkolaborasi dengan TNI/Polri dan stakeholder lainnya serta masyarakat. Dengan melibatkan semua unsur, harapannya pelayanan vaksinasi Covid-19 tidak melambat.


Capaian vaksinasi dijelaskan M.Ikbal, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang bahwa capaian tahap l sudah 68,09%. Maka target capaian 70 % vaksinasi Covid-19 tahap l akan tercapai sebelum tanggal 15 Januari 2022. Untuk mencapai hal tersebut, Dinas Kesehatan telah menugaskan seluruh jajaran turun ke lapangan guna mendorong pelaksanaan vaksinasi ke masyarakat.
Dari penjelasan Sekretaris Dinas Kesehatan, ditangapi pimpinan rapat. Menurut Heronimus Tanam bahwa pencapaian target vaksinasi Covid-19 70% (herd Comunity), sudah banyak dilakukan dengan berbagai pola layanan diantaranya melakukan razia vaksin, layanan puskesmas, sistem jemput bola yakni dengan melakukan vaksinasi Covid-19 ke sasaran hingga ke desa-desa, perusahaan dan sebagainya.
Selanjutnya, penjelasan dari BPBD Kabupaten Ketapang disampaikan Suryadi. Menurutnya, data vaksinasi Covid-19 Kabupaten Ketapang sudah di update di website BPBD setiap hari berdasarkan data per kecamatan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perkembangan capaian vaksinasi Covid-19.


Seterusnya tanggapan dari Kepala Satuan Pol.PP Ketapang menjelaskan adanya ketidak singkronan data Ketapang dengan data Propinsi. Dimana kinerja berdasarkan KTP per Kabupaten sehingga mempengaruhi persentase pencapaian Vaksinasi Covid-19 di daerah, perlu di lakukan klarifikasi dengan pihak Provinsi agar tidak terjadi lagi perbedaan persepsi, karena Kabupaten Ketapang telah melakukan tugas ini dengan maksimal.
Menanggapi hal tersebut peserta rapat dari Maryanto S.AP, ME, Kabid Komunikasi Publik Dinas Kominfo Ketapang menyarankan perlunya dilakukan layanan yang lebih fokus yakni pelayanan vaksinasi Covid-19 langsung ke desa-desa hingga ke tingkat RT. Tujuannya, untuk memastikan penduduk ber-KTP Ketapang. “Meskipun demikian, vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat diluar KTP Ketapang tetap dilayani,” kata Maryanto, menyarankan.
Sementara itu, H.Jahilin, Kepala Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa perlunya melakukan penerapan kebijakan di wilayah kerja masing masing dengan menunjukkan bukti diri telah di vaksin. Hal ini rupakan penegakan peraturan pemerintah pusat persyaratan pelaksanaan pendidikan tatap muka.
Ditambahkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Drs H. Satuki Huddin, M.Si, bahwa untuk mencapai target sesuai sasaran penduduk Ketapang pihaknya sangat setuju dengan masukan dari Dinas Kominfo yakni menerapkan kebijakan antara lain fokus ke desa-desa, kemudian penambahan persyaratan keterangan sudah divaksin bagi penerima bantuan PKH sebagai salah satu solusi dalam percepatan pencapaian vaksinasi.
Masukan juga disampaikan, H.Husnan, staf ahli Bupati. Ia mencermati dari hasil diskusi bahwa perlu adanya penanganan secara Arif mengingat jumlah penduduk yang besar, wilayah kabupaten Ketapang sangat luas. Apakagi, Ketapang merupakan daerah tujuan investasi yang strategis. Karena itu, banyak pendatang ke Ketapang, sehingga vaksinasi Covid-19 perlu dilakukan dengan bijak.Terkait dengan KTP, selanjutnya Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Kabuoaten Ketapang, Mansen, SH memastikan bahwa data KTP / NIK sudah siap dan dirilis berdasarkan usia.
Dari rapat koordinasi yang berlangsung dinamis ini akhirnya diambil beberapa rekomendasi untuk pelaksanaan di lapangan. Perkembangan pelaksanaan di lapangan akan dievaluasi kembali dalam rapat satgas covid -19 mendatang.***

,