Pemkab Ketapang Lakukan Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanganan Covid-19

Sebagai tindaklanjut atas Surat Edaran Bupati Ketapang Nomor:360/0287/SATGAS/2021 tanggal 26 Juli 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKMBM) di Kabupaten Ketapang, maka pada hari Jum’at Jum’at (30 Juli 2021) pagi, Pemerintah Daerah (Pemkab) Ketapang melaksanakan apel dalam rangka kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan Corona Virus Desesase 2019 (Covid-19). Apel dilaksanakan  di halaman Kantor Bupati Ketapang.

Bupati Ketapang Martin Rantan,SH.,M.Sos menyampaikan maklumat apel agar kasus Covid-19 Ketapang berdasarkan data termasuk ke dalam zona merah agar seyogyanya menjadi perhatian serius bersama. Adapun maklumat yang disampaikan Martin Rantan, SH.,M.Sos, diantaranya: Melihat perkembangan situasi saat ini Kabupaten Ketapang merupakan zona merah penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19), sehingga harus menjadi perhatian serius dalam penanganannya. Dalam rangka pencegahan dan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Ketapang dan menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 26 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 3, level 2 dan level 1, serta mengoptimalkan posko penanganan corona virus disease 2019, maka pemerintah Kabupaten Ketapang telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati nomor 360/0287/satgas/2021 tanggal 26 Juli 5021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di Kabupaten Ketapang.“Dan ini akan saya tegaskan kembali dengan maklumat Bupati Ketapang,” ujar Martin.

Terkait penegasan dari Maklumat tersebut, diantaranya:

a) Pelaksanaan kegiatan belajar dilakukan secara daring/online, saya minta kepala dinas pendidikan segera berkoordinasi dengan satgas untuk memetakan wilayah-wilayah yang terdapat zona hijau maupun zona kuning agar kiranya dapat dioptimalkan dalam pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan prokes yang ketat.

b) Pemberlakuan work from home (wfh) 75 persen pada sektor non esensial.

c) Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial tetap dapat beroperasi 100 dengan pengaturan jam operasional dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

d) Kegiatan perdagangan dan jasa tetap dijinkan beroperasional dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

e) Pelaksanaan kegiatan makan / minum di tempat umum tetap diijinkan beroperasional sampai dengan pukul 21.00 wib dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

f) Pelaksanaan kegiatan di tempat ibadah dapat dilaksanakan dengan pengaturan kapasitas 500.

g) Pelaksanaan kegiatan seni budaya dan sosial kemasyarakatan ditutup untuk sementara waktu.

h) Pelaksanaan kegiatan pertandingan olahraga dapat dilaksanakan dengan tidak melibatkan penonton.

i).  Pelaksanaan kegiatan pernikahan dan hajatan paling banyak 25”6 dari kapasitas dan tidak ada hidangan makanan di tempat.

j). Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar dan pertemuan luring (lokasi rapat/seminar/ pertemuan ditempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup untuk sementara waktu.

Sedangkan dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana, menurut Martin, selain menambah kapasitas tempat tidur Pemkab Ketapang juga berusaha menambah ketersediaan oksigen dan obati dengan meminta bantuan kepada Pemprov Kalimantan Barat.

Lebih lanjut Martin memaparkan, sedangkan maklumat dari Bupati Ketapang selanjutnya, khusus kepada para Camat untuk selalu bekerjasama dengan Forkopimcam untuk memantau dan melaporkan kondisi di kecamatan masing-masing. Bupati meminta untuk mengaktifkan PPKM skala mikro di desa. Bukan hanya dibentuk saja, dan Bupati mengingatkan, jika camat tidak mengindahkan atas apa perintahnya,maka jabatan camat dicopot. Penaga kesehatan agar tetap semangat dan tentunya selalu menjaga kesehatan dikarenakan saudara saudari merupakan garda terdepan dalam penanganan covid-19 ini.

Maklumat seterusnya adalah, dalam menekan angka covid-19 ini tidak hanya bicara penanganannya saja. Hal terpenting juga harus melakukan pencegahan dengan memaksimalkan vaksinasi. Untuk itu selain vaksin yang diberikan pemerintah diminta dengan hormat juga kepada setiap perusahaan perkebunan, maupun pertambangan yang berinvestasi di Kabupaten Ketapang untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19), dengan mensukseskan program vaksinasi gotong royong. Sehingga kita dapat mewujudkan Ketapang Sehat dengan herd immunity serta tentunya menyiapkan tempat/ruang isolasi mandiri bagi karyawan atau masyarakat yang membutuhkan akibat terpapar covid-19.

“Demikianlah beberapa hal yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman forkompimda yang selalu senantiasa bekerjasama dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Ketapang. Dan saya ucapkan terima kasih juga kepada seluruh masyarakat kabupaten ketapang bagi yang telah menerapkan protokol kesehatan,” tuntas Martin Rantan .**