Ketapang Masuk Zona Merah, Satpol Pp Gelar Rakor Mendadak

*Penanganan Covid-19, Kedepankan Cara Humanis

SELAIN terus melakukan vaksinasi massal, dan melakukan traccing dengan melakukan swab covid 19 di beberapa tempat, maka perubahan status zona orange menjadi zona merah konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Ketapang, Pemerintah Kabupaten Ketapang langsung melakukan rapat koordinasi mendadak. Rapat pada hari Rabu (28 Juli 2021) sore dipimpin Muslimin, S.Ip,  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ketapang selaku Ketua Koordinator Bidang Penegakan hukum Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ketapang. Rapat dilaksanakan di ruang rapat Satpol PP Ketapang yang dihadiri Forkopimda dan Perangkat Daerah.

Hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya, seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam, BPBD, Dinas Kominfo, Bagian Kesra Sekretariat Daerah, Kodim 1203 Ketapang, Polres Ketapang, dan Lanal Ketapang. Dalam kesempatan tersebut, beberapa masukan dari peserta rapat guna menindak lanjuti situasi di Ketapang pada Minggu terakhir ini. Disampaikan Kapolres Ketapang melalui Kabag OPS Polres Ketapang  Kompol Aditya bahwa dengan peningkatan zona merah ini perlu ditingkatkan kegiatan patroli dan imbauan kepada masyarakat terutama bagi para pelaku usaha sebagai tempat kerumunan seperti, warkop, cafe-cafe, pesta pernikahan dan tempat-tempat sejenis.

Masukan yang sama juga disampaikan Pasi OPS Kodim 1203 Kapten Suyatno.  Ia mendorong Satgas Gakkum untuk meningkatkan volume patroli dan Gakkum. Namun dalam patroli tetap mengedepankan humanis terhadap masyarakat. Demikian juga masukan dari Danlanal Ketapang yang menambahkan bahwa pengawasan oleh petugas Gakkum tidak terfokus kepada pengunjung saja, akan tetapi melakukan pembinaan terhadap pengusahanya juga dengan sanksi penutupan usahanya sementara dengan memberikan peringatan dan edukasi.

Penjelasan tentang penanganan dan kondisi pelayanan kesehatan khususnya di RSUD dr Agoesdjam Ketapang, BSM dan Rumah Sakit Fatima, disampaikan oleh dr. Basaria Rajaguguk (Dinas Kesehatan) terkait dengan pelaksanaan pemberian vaksin, sosialisasi ke masyarakat dan kebijakan daerah. dr. Basaria juga menambahkan saat melakukan razia di tempat terbuka diberikan edukasi. Demikian razia di tempat tertutup selain edukasi, dapat dilanjutkan swab.

Sementara itu, dr Herman, plt direktur RSUD dr Agoesdjam Ketapang menjelaskan tentang kondisi tempat tidur pasien, tabung oksigen hingga penambahan fasilitas lainnya. Ketersediaan fasilitas ini sangat menentukan dalam pelayanan kesehatan.

Ditempat yang sama, Dinas Kominfo Kabupaten Ketapang yang diwakili Kabid Komunikasi Publik Maryanto, S.AP, ME menekankan, pentingnya secara terus menerus melakukan sosialisasi media. Perkembangan teknologi saat ini, informasi lebih mudah diserap masyarakat melalui teknologi. Karena itu, proses input data dan publikasi apat repantau masyarakat secara langsung. Dinas Kominfo Kabupaten Ketapang menyatakan siap melakukan penyebarluasan informasi baik melalui pres release maupun menampilkan data yang update di aplikasi yang ada, namun untuk pengolahan data ini diperlukan supply data dari dari perangkat daerah yang membidangi  teknis (Dinas Kesehatan) selaku produsen data. Dengan supply data yang terupdate, maka perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Ketapang dapat terpantau oleh masyarakat. Pada akhirnya dengan diketahuinya perkembangan data, masyarakat secara tidak langsung akan melakukan pencegahan secara mandiri, termasuk proses bertukar pesan (sosialisasi) dalam penanganan covid 19.

Pada akhir rapat, Muslimin kembali mengingatkan kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Ketapang untuk tetap solid dan semangat melakukan tugasnya sesuai bidangnya sebagai mana tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Ketapang. Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi ini, akan meningkatkan patroli dan mengedukasi masyarakat guna menekan penyebaran Virus Corona di Ketapang. **