

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang mengadakan audensi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Kayung Agro Lestari (KAL) dan United States Agency for International Development (USAID)-(SEGAR) (Sustainable Environmental Governance across Regions) pada Rabu (25/1/2023) malam.
Penandatangan ini sebagai bentuk komitmen Pemda Ketapang untuk merespon perubahan iklim dan penurunan emisi karbon atau Zero Carbon. Momen audensi ini juga sebagai malam ramah tamah menyambut delegasi USAID Washington, Amerika Serikat.


“Implementasi yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dengan peningkatan Indeks Kualitas Hidup (IKLH) yang pada tahun 2022 berada pada angka 67,46 dan pada tahun 2023 ditargetkan pada angka 72,62,” ujar Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, S.E., M.Si.
Pemda Ketapang juga telah melakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai target tersebut diantaranya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), mitigasi bencana, pengawasan dan pengendalian limbah industri serta pengelolaan dan pemamfaatan hutan.


“Pada tahun 2023, Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang mempersiapkan penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) terhadap Rencana Pembangunan Jangka Panjang Derah (RPJPD) periode 2026-2046,” jelas Wakil Bupati.
Bersama berbagai elemen masyarakat seperti dunia usaha, lembaga profesional, organisasi non pemerintah, akademsi dan peneliti, Pemda Ketapang berkomitmen untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).


“Diharapkan dapat saling mendukung, integrasi, sinergi dan kolaborasi program dari berbagai kementerian/lembaga serta pelibatan NGO menjadi kunci sukses agenda pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGS,” tutupnya.
Diakhir audensi dan ramah tamah, Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang memberikan cinderamata kepada delegasi USAID Washington berupa kain batik khas ketapang Motif Batik Akar Tali Nyawe.