3.040 Penyiar Dakwah Ketapang Mendapatkan BPJS Ketanagakerjaan

Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, S.E., M.Si, menerima kunjungan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Ketapang dalam rangka mensosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan yang akan diberikan kepada 3.039 penyiar dakwah di Kabupaten Ketapang di Ruang Rapat Wakil Bupati Ketapang, Kamis (5/1/2023).

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang menyambut baik program ini, kami akan mempersiapkan data-data yang memenuhi kreteria kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Wakil Bupati Ketapang H. Farhan, S.E., M.Si.

Pemerintah daerah akan secepatnya memberikan data-data yang diperlukan melalui dinas terkait, sehingga program BPJS Ketanagakerjaan dapat diluncurkan secara cepat dan masyarakat yang masuk kedalam kriteria program ini dapat terlindungi.

“Kita akan pisahkan dimana yang bagian dari pemerintah kabupaten dan belum tertampung akan kita masukan kedalam program provinsi ini, kami sepakat akan verifikasi sebaik mungkin sehingga tidak overlap atau ganda,” ucapnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ketapang Julianto Marpaung menjelaskan, jenis program BPJS Ketanagakerjaan yang diberikan berupa perlindungan kecelakaan kerja dan perlindungan jaminan kematian.

“Untuk BPJS Ketangakerjaan ini kami berikan 2 perlindungan, perlindungan kecelakaan kerja dan perlindungan jaminan kematian,” jelasnya.

Julianto juga menjelaskan, apabila peserta BPJS Ketanagakerjaan ini meninggal akan mendapatkan santunan kematian, jika terjadi kecelakaan kerja akan dirawat sampai sembuh di rumah sakit yang berkerjasama dengan BPJS Ketanagakerjaan, Rumah Sakit Fatima Ketapang dan RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang.

“Apabila peserta BPJS Ketanagakerjaan ini meninggal biasa akan mendapatkan santunan sebesar 42 juta rupiah, jika terjadi kecelakaan kerja akan dirawat hingga sembuh di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Ketanagakerjaan, jika meninggal ketika dirawat akan mendapatkan santunan sebesar 72 juta rupiah dan beasiswa anak yang ditinggalkan,” ujarnya.

Program BPJS Ketanagakerjaan ini sesuai dengan edaran Disnakertrans Provinsi Kalimantan Barat nomor 568/2387/NAKERTRAN mengenai Pekerja sosial keagamaan meliputi Imam Masjid, Khatib, Rohaniawan, Pendeta, Penginjil, Vicaris, Bhiksu, Guru Pendidikan Al’quran, Guru Pondok Pesantren dan lainnya.

Pada tanggal 26 Desember 2002 ini BPJS Ketanagakerjaan dialokasi ke Kabupaten Ketapang sebanyak 3.040 Penyiar Dakwah terdiri dari:
Islam: 1.971 orang
Kristen: 243 orang
Katholik: 781 orang
Hindu: 3 orang
Budha: 36 orang
Konghucu: 3 orang
Aliran Kepercayaan: 2 orang